Nasab al-Imam al-Hafizh adz-Dzhahabi
Beliau
Ialah al-Imam al-Hafizh, ahli sejarah islam, dan nama asli beliau ialah
Syamsyudin, Abu Abdillah, Muhammad bin Ahmad bin Utsman bin Qamiz bin Abdullah
at-Turkmani al-Fariqi asy-Syafi’i ad-Damsyqi, yang terkenal dengan adz-Dzahabi.
Sejarang singkat beliau al-Imam al-Hafizh adz-Dzhahabi
Lahir
pada Rabiul akhir 637 H di desa bernama Kafarbatna di
dataran hijau Damaskus, ditengah keluarga yang berasal dari Turkmenistan,
yang ikut secara wala’ kepada kabilah Bani Tamim , dan mereka
menetap di kota Mayyafarqin dari daerah Bani Bakar yang paling tekenal
Beliau
tumbuh ditengan keluarga yang cinta ilmu dan beagama. Keluarganya lah yang
memberikan perhatian kepada beliau dengan mengirimnya kepada para Syaikh kota
Damaskus yang terkenal. Dan beliau berhasil mendapat ijazah sebelum usia beliau
genap 18 tahun, perhatian dan orientasinya telah sangat jelas dalam menuntut
ilmu. Perhatiannya bermula kepada ilmu qira’ah dan hadits; dan yang
mendorongnya kearah itu adalah kecerdasannya yang sangat jenius dalam
berdiskusi dan memahami ilmu dan kemampuannya yang luar biasa dalam mengingat
dan menghafal, serta cita-citanya yang tinggi untuk bertemu para ‘ulama dan
bertualang dalam menuntut ilmu.
Beliau
telah mencurahkan kesungguhan dalam mengambil kedua disiplin ilmu itu secara
langsung dari Syaikh-Syaikh yang paling Masyhur pada masa itu di Negri Syam.
Kemudia beliau berpindah ke Negri Mesir dan Syam dalam rangka meuntut ilmu,
dengan itu pula beliau mengunjungi lebih banyak tempat dalam ragka yang mulia
tersebut. Lambat laun nama al-Imam al-Hafizh adz-Dzhahabi mulai dikenal
dikalangan dunia islam dan mulai berdatangan para penuntut ilmu kepadanya
setelah beliau menjadi imam dibidang ilmu qira’ah.
Aktivitas keilmuan dan kedudukan al-Imam al-Hafizh adz-Dzhahabi
Beliau sempat menduduki sejumlah jabatan
keilmuan di kota Damaskus, diantaranya : Pemberi Khutbah, Pengajar, Menjadi
Syaikh agung disejumlah perguruan Hadits, seperti di Dar al-Hadits, Dar
al-Hadits azh-Zhahiriyah, Dar al-Hadits wa al-Quran at-Tankiziyah, dan Dar
al-Hadits al-fadhiliyah.
Dan semua
kesibukkan beliau tidak menghalanginya dari melakukan penelitian akademis dan
menulis beberapa kitab yang bermanfaat bagi umat islam. Dimana karya tulis
beliau mencapai jumlah 215 buah yang mencakup disiplin ilmu : qira’at,
hadits, mushthalah hadits, sejarah, Biografi, akidah, ushul fiqh, dan raqa’iq (ilmu
etika dalam berbicara).
Diantara kitab-kitab karya tulis beliau adalah :
-
Tarikh al-Islam, Setebal 53 jilid dan ditahqiq Dr. Umar Abdussalam
Tadmuri, dan diterbitkan oleh Dar al-Kitab al-Arabi, Beirut, Libanon.
-
Syiar A’lam an-Nubala’,
Setebal 28 jilid dan ditahqiq Syaikh Syu’aib al-Arna’uth dan
kawan-kawan, diterbitkan Mu’assasah ar-Risalah, Beirut, Libanon.
-
Mizan al-‘Itidal,
setebal 4 jilid.
-
Al-Ibar fi
Khabar man Ghabar, Setebal 5
jilid dan telah diterbitkan di Kuwait.
-
Al-Mughni fi
adh-Dhu’afa’, Setebal 2 jilid.
-
Al-Kasyif, Setebal 3
jilid.
-
Tadzkirah al-Huffazh,
terbit bersama Dzail Tadzkirah al-Huffazh setebal 3 jilid.
Pujian para ‘Ulama terhadap al-Imam al-Hafizh adz-Dzhahabi
Diantara yang
menegaskan bahwa al-Imam al-Hafizh adz-Dzhahabi telah mencapai punjuk-puncak
ilmu dalam berbagai bidang seperti ilmu hadits, sejarah, Biografi para tokoh.
Ungkapan ini datang pada ‘Ulama seangkatan dan para murid beliau.
As-Suyuthi
dalam Dzail Tadzkirah al-Hufazh Berkata, “Yang ingin saya katakana, ‘Sesungguhnya
ulama-ulama hadits sekarang dalam sub disiplin kritik rawi dan
disipilin-disiplin hadits lainnya membutuhkan pada empat sosok: Imam al-Mizzi,
Imam adz-Dzhahabi, Imam al-Iraqi, dan al-Hafizh Ibnu Hajar’.”
Dan
Ash-Shafadi Berkata tentang
beliau didalam alWafi bi al-Wafayat, “Pada diri beliau tidak ada
sikap monoton (Sebagaimana-sebagian) ‘Ulama Hadits, akan tetapi beliau adalah
seorang yang memiliki hati yang faham, beliau memiliki pemahaman yang luas
tentang pandangan-pandangan ‘Ulama.”
al-Imam al-Hafizh adz-Dzhahabi Wafat
Di akhir
hidupnya beliau terkena cobaan, dan hidup dengan kebutaan selama tujuh tahun.
Kemudian beliau wafat malam senin 3 Dzulqa’dah 748 H, dan
dikebumikan di Damaskus. Semoga Allah
melimpahkan rahmat yang luas bagi al-Imam al-Hafizh adz-Dzhahabi rahimahullah
dan di ampuni semua kesalahan beliau dan bagi kita para penuntut ilmu semoga
difahamkan terhadap ilmu sebagai mana Allah subhanahu wa ta’ala memahamkan
al-Imam al-Hafizh adz-Dzhahabi terhadap Ilmu.

Komentar
Posting Komentar