Langsung ke konten utama

Pentingnya Mempelajari dan Menghafal Al-Qur’an (Bagian 1)


Pentingnya Mempelajari dan Menghafal Al-Qur’an (Bagian 1)
          (+) Mengenal Al-Qur’an : Mungkin sudah umum ditengah-tengah kita bahwa sanya AL-Qur’an ialah sumber hukum didalam islam, sehingga banyak dari pada pakar hukum islam yang mengutip ayat ayat tertentu berkaitan tentang hukum yang ditulisnya. Didalam Al-Qur’an juga tidak sedikit kisah-kisah yang tersirat didalamnya. Allah Subhanahu wa ta’ala abadikan didalam kitabnya supaya kita para umat yang akan datang bisa mengambil ibrah (pelajaran) agar tidak terjerumus dalam kesalahan yang pernah dilakukan umat terdahulu, sebagaimana firmanya : “...Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir” (Al-A’raf [7] : 176), dari penggalan ayat ini kita bisa mengambil ibrah bahwa sanya apa yang pernah dialami umat terdahulu itu dijadikan pelajaran bagi umat yang akan datang seperti kita ini. Hal ini seakan menggerakkan kita dan fikiran kita agar bisa lebih dalam untuk mempelajari Al-Qur’an dikarenakan banyaknya pelajaran yang akan kita dapati didalam nya.

        (+) Keuntungan Mempelajari Al-Qur’an : Mempelajari, Mentadaburi, dan Memahami maksud dari Al-Qur’an itu sendiri memiliki ribu-an bahkan juta-an keuntungan, seperti kita ketahui diawal bahwa sanya Al-Qur’an ialah sumber hukum yang berisi banyak sekali pembahasan didalamnya dari mulai Aqidah, Ahlak, Sejarah, hingga hukum fikih didalamnya, membuat setiap yang mempelajarinya akan semakin luas wawasan nya. Bahkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhari, didalam fadhailul qur’an), Ma syaa Allah... jadi bagi kita yang belajar Al-Qur’an termasuk kedalam apa yang disabdakan Nabi Shallallahu ‘alahi wa sallam, mengapa demikian karena kemulian AL-Qur’an itu berdampak bagi siapa yang memuliakannya baik dengan cara mempelajarinya atau dengan menghafalnya.

        (?) Rugi-kah kita bila tidak mempelajarinya : Sebelumnya kita mengetahui bahwa sanya Al-Qur’an adalah pedoman dan barometer setiap orang-orang muslim, jika seandainya ada seorang muslim lantas enggan mempelajari Al-Qur’an maka dengan apa ia menjadikan pedoman untuk dirinya ?. Sebagaimana firman-Nya : “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang kami anugrahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan rugi.” (Fathir [35] : 29)

Didalam ayat tersebut dikatakan ‘orang-orang yang selalu membaca kitab Allah’  kalimat ‘Membaca’  bukanlah hal yang dilakukan manusia secara langsung melainkan melalui tahapan mempelajarinya terlebih dahulu, sehingga dicantumkan lah bahwa ‘Mereka mengharapkan perniagaan yang tidak akan rugi.’ Jadi bisa kita ambil kesimpulan apabila kita mempelajarinya kita tidak akan dirugikan sama sekali namun apabila kita meninggalkannya maka hal sebaliknya pun yang terjadi.



Bersambung...


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Rumah dan Masjid bagi Muslimah

Antara Rumah dan Masjid bagi Muslimah         Hadits diatas seakan menggambarkan kedudukan rumah disisi kaum muslimah dan sebegitu mulianya wanita yang dimana saat ini banyak wanita yang keluar rumah dalam rangka bekerja namun ia melalaikan kemualian yang telah Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa sallam sampaikan untuk kaum muslimah, apakah kantor-kantor mereka, toko-toko mereka, dan lainnya itu lebih berharga disisi apa yang telah Nabi Sabdakan pada mereka. Sebelumnya kita mengetahui bahwa sanya manfaat dari mentapnya wanita dirumah. Dan in syaa Allah kami akan sampaikan beberapa hadits yang berkaitan dengan hal ini. (1). Hadits Ummu Hamid, sahabiat yang mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berakata, “Wahai Rasulullah, saya senang shalat bersama engkau.”, Rasulullah Bersabda : “ Aku tahu kau suka shalat bersamaku, tapi shalatmu di dalam rumah itu lebih baik dari pada shalat di halaman dalam, shalat mu di halaman dalam itu lebih baik d...

Tempat Terbaik Kaum Muslimah

Muslimah dan Rumah    Allah memerintahkan istri-istri nabi dan istri-istri kaum muslimin secara umum untuk menetap di rumah. Allah berfirman, " dan hendaklah kamu tetap tinggal di rumahmu Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu. " (al-Ahzab : 33)   Di dalam ayat tersebut terdapat kalimat perintah yang menunjukkan keharusan bagi wanita untuk menetap di rumahnya dan diperbolehkan keluar dengan Beberapa syarat yang ketat dan bukan berarti wanita harus dirumah dalam Arti dan maksud dikurung layaknya seorang tahanan, bukan demikian melainkan wanita menetap di rumah karena ini pertama perintah Allah, kedua ini juga sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang dilaksanakan oleh para istri beliau, dan yang ketiga menjaga diri dari fitnah yang diakibatkan keluar dari rumah. Karena sejatinya Wanita itu ialah aurat dan aurat bukanlah yang ditampakkan atau yang diumbar.    Di dalam surat al-ah...