(+)
Mengenal Al-Qur’an : Mungkin sudah umum ditengah-tengah kita bahwa sanya AL-Qur’an
ialah sumber hukum didalam islam, sehingga banyak dari pada pakar hukum islam
yang mengutip ayat ayat tertentu berkaitan tentang hukum yang ditulisnya.
Didalam Al-Qur’an juga tidak sedikit kisah-kisah yang tersirat didalamnya.
Allah Subhanahu wa ta’ala abadikan didalam kitabnya supaya kita para
umat yang akan datang bisa mengambil ibrah (pelajaran) agar tidak terjerumus
dalam kesalahan yang pernah dilakukan umat terdahulu, sebagaimana firmanya :
“...Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir”
(Al-A’raf [7] : 176), dari penggalan ayat ini kita bisa mengambil ibrah
bahwa sanya apa yang pernah dialami umat terdahulu itu dijadikan pelajaran bagi
umat yang akan datang seperti kita ini. Hal ini seakan menggerakkan kita dan
fikiran kita agar bisa lebih dalam untuk mempelajari Al-Qur’an dikarenakan
banyaknya pelajaran yang akan kita dapati didalam nya.
(+) Keuntungan
Mempelajari Al-Qur’an : Mempelajari, Mentadaburi,
dan Memahami maksud dari Al-Qur’an itu sendiri memiliki ribu-an bahkan juta-an
keuntungan, seperti kita ketahui diawal bahwa sanya Al-Qur’an ialah sumber
hukum yang berisi banyak sekali pembahasan didalamnya dari mulai Aqidah, Ahlak,
Sejarah, hingga hukum fikih didalamnya, membuat setiap yang mempelajarinya akan
semakin luas wawasan nya. Bahkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
: “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR.
Bukhari, didalam fadhailul qur’an), Ma syaa Allah... jadi bagi kita
yang belajar Al-Qur’an termasuk kedalam apa yang disabdakan Nabi Shallallahu
‘alahi wa sallam, mengapa demikian karena kemulian AL-Qur’an itu berdampak
bagi siapa yang memuliakannya baik dengan cara mempelajarinya atau dengan
menghafalnya.
(?) Rugi-kah kita bila tidak mempelajarinya : Sebelumnya kita mengetahui bahwa sanya Al-Qur’an adalah
pedoman dan barometer setiap orang-orang muslim, jika seandainya ada seorang
muslim lantas enggan mempelajari Al-Qur’an maka dengan apa ia menjadikan
pedoman untuk dirinya ?. Sebagaimana firman-Nya : “Sesungguhnya orang-orang
yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian
dari rezeki yang kami anugrahkan kepada mereka dengan diam-diam dan
terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan rugi.”
(Fathir [35] : 29)
Didalam ayat tersebut dikatakan ‘orang-orang
yang selalu membaca kitab Allah’
kalimat ‘Membaca’ bukanlah
hal yang dilakukan manusia secara langsung melainkan melalui tahapan
mempelajarinya terlebih dahulu, sehingga dicantumkan lah bahwa ‘Mereka mengharapkan
perniagaan yang tidak akan rugi.’ Jadi bisa kita ambil kesimpulan apabila
kita mempelajarinya kita tidak akan dirugikan sama sekali namun apabila kita
meninggalkannya maka hal sebaliknya pun yang terjadi.
Bersambung...

Komentar
Posting Komentar